Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Nagrak Jaya dan Desa Cimenteng Kecamatan Curugkembar yang terjadi pada tanggal 21 Juli 2016, tepatnya pergerakan tanah di sekitar area Gunung Sapu telah mengakibatkan 20 unit rumah warga di Desa Nagrak Jaya ambruk rata dengan tanah. Sebanyak 136 unit rumah warga juga mengalami rusak berat. Bahkan dari hasil pengumpulan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, 85 unit rumah warga rusak sedang dan 43 unit rusak ringan. Pergerakan tanah ini menimpa sekitar 66 kepala keluarga (KK) di Desa Cimenteng. Sekitar 5 KK yang berada tidak jauh dari areal merah berdasarkan info BPBD dikabarkan terisolir.
Kejadian ini menuntut setiap OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk ambil bagian dalam penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana selanjutnya masih menunggu hasil terakhir kajian dari pihak Badan Geologi. Kajian ini sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pemerintah daerah belum bisa mengambil sikap untuk penanganan pasca bencana, yang penting saat ini adalah kepedulian para pegawai di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk bantuan sementara. Bantuan yang diperlukan oleh warga yang tertimpa bencana adalah ; sembako, layanan kesehatan, sarana air bersih, jamban darurat, serta sarana penerangan.
Bantuan yang telah disalurkan pada bencana Curugkembar diantaranya melalui OPD BPBD, Dharma Wanita Kab Sukabumi, Dinas Kesehatan (pelayanan kesehatan darurat), Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kab. Sukabumi (beras 5 ton dari gudang cadangan pangan pemerintah), BKP Propinsi Jawa Barat (Bantuan Beras 5 ton), Partai Politik (DPR RI, DPRD) serta bantuan lainnya kebanyakan dari relawan dan LSM.
JENIS BANTUAN YANG DISALURKAN
Bappeda sebagai lembaga perencanaan pembangunan, menyikapi kejadian bencana kec. Curugkembar pada tanggal 02 Agustus 2016 telah turut andil memberikan bantuan dari hasil sumbangan karyawan Bappeda dan pihak lainnya, berupa :
- Genset type 3200 dengan daya 2200 watt 1 Unit
- Slang air 50 meter
- Torn air 500 liter
- Paralon, keran dsb.
- Terpal untuk tenda darurat 6 x 12
- Peralatan listrik (Kabel, lampu, stop, kontak, dsb.
- Makanan instan
- Pakaian layak pakai
Pasca bencana, setelah keluar rekomendari dari pihak Badan Geologi, Bappeda akan segera mengumpulkan OPD untuk mengkoordinasikan penanganan bencana Curugkembar dalam perencanaan APBD tahun anggaran 2017.
| Bidang Fisik | : | Koordinasi penanganan infrastruktur dan lingkungan hidup |
| Bidang Sosial budaya | : | Koordinasi penanganan pendidikan dan kesehatan |
| Bidang Pemerintahan | : | Penanganan kantor desa dan sarana pemerintahan lainnya. |
| Bidang Ekonomi | : | Penanganan masalah mata pencaharian warga serta penanganan lahan pertanian |
PENUTUP
Demikian laporan ini kami sampaikan untuk diketahui, melalui laporan ini kami sampaikan pula himbauan agar semua SKPD segera mengambil sikap untuk membantu korban bencana Curugkembar sebagai sesama umat manusia. Setelah ada rekomendasi dari Badan Geologi akan kami informasikan kemudian, namun pada PPAS 2017 semua OPD sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing agar mempersiapkan anggaran untuk penanganan pasca bencana.
DOKUMENTASI BANTUAN BAPPEDA
Penyerahan Bantuan Curugkembar
Rumah yang harus dibantu
Rumah yang harus dibantu
Team Duta Bappeda















