Tinggalkan komentar

Bantuan Bencana Curugkembar

Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Nagrak Jaya dan Desa Cimenteng Kecamatan Curugkembar yang terjadi pada tanggal 21 Juli 2016, tepatnya  pergerakan tanah di sekitar area Gunung Sapu telah mengakibatkan 20 unit rumah warga di Desa Nagrak Jaya ambruk rata dengan tanah. Sebanyak 136 unit rumah warga juga mengalami rusak berat. Bahkan dari hasil pengumpulan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, 85 unit rumah warga rusak sedang dan 43 unit rusak ringan. Pergerakan tanah ini menimpa sekitar 66 kepala keluarga (KK) di Desa Cimenteng. Sekitar 5 KK yang berada tidak jauh dari areal merah berdasarkan info BPBD dikabarkan terisolir.

Kejadian ini menuntut setiap OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk ambil bagian dalam penanggulangan bencana.  Penanggulangan bencana selanjutnya masih menunggu hasil terakhir kajian dari pihak Badan Geologi. Kajian ini sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya.

Pemerintah daerah belum bisa mengambil sikap untuk penanganan pasca bencana, yang penting saat ini adalah kepedulian para pegawai di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk bantuan sementara.  Bantuan yang diperlukan oleh warga yang tertimpa bencana adalah ; sembako, layanan kesehatan, sarana air bersih, jamban darurat, serta sarana penerangan.

Bantuan yang telah disalurkan pada bencana Curugkembar diantaranya melalui OPD BPBD, Dharma Wanita Kab Sukabumi, Dinas Kesehatan (pelayanan kesehatan darurat), Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kab. Sukabumi (beras 5 ton dari gudang cadangan pangan pemerintah), BKP Propinsi Jawa Barat (Bantuan Beras 5 ton), Partai Politik (DPR RI, DPRD) serta bantuan lainnya kebanyakan dari relawan dan LSM.

 

 

JENIS BANTUAN YANG DISALURKAN

Bappeda sebagai lembaga perencanaan pembangunan, menyikapi kejadian bencana kec. Curugkembar pada tanggal 02 Agustus 2016 telah turut andil memberikan bantuan dari hasil sumbangan karyawan Bappeda dan pihak lainnya, berupa  :

  • Genset type 3200 dengan daya 2200 watt             1  Unit
  • Slang air 50 meter
  • Torn air 500 liter
  • Paralon, keran dsb.
  • Terpal untuk tenda darurat 6 x 12
  • Peralatan listrik (Kabel, lampu, stop, kontak, dsb.
  • Makanan instan
  • Pakaian layak pakai

 

Pasca bencana, setelah keluar rekomendari dari pihak Badan Geologi, Bappeda akan segera mengumpulkan OPD untuk mengkoordinasikan penanganan bencana Curugkembar dalam perencanaan APBD tahun anggaran 2017.

Bidang Fisik : Koordinasi penanganan infrastruktur dan lingkungan hidup
Bidang Sosial budaya : Koordinasi penanganan pendidikan dan kesehatan
Bidang Pemerintahan : Penanganan kantor desa dan sarana pemerintahan lainnya.
Bidang Ekonomi : Penanganan masalah mata pencaharian warga serta penanganan lahan pertanian

 

 

PENUTUP

Demikian laporan ini kami sampaikan untuk diketahui, melalui laporan ini kami sampaikan pula himbauan agar semua SKPD segera mengambil sikap untuk membantu korban bencana Curugkembar sebagai sesama umat  manusia.  Setelah ada rekomendasi dari Badan Geologi akan kami informasikan kemudian, namun pada PPAS 2017 semua OPD sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing agar mempersiapkan anggaran untuk penanganan pasca bencana.

 

 

 

DOKUMENTASI BANTUAN BAPPEDA

crgkembar4crgkembar3

 

Penyerahan Bantuan Curugkembar

crgkembar1

Rumah yang harus dibantu

crgkembar2

Rumah yang harus dibantu

crgkembar5

Team Duta Bappeda

 

 

Tinggalkan komentar

Seorang Muslim Bisa Mereplikasi Peristiwa Isra Mi’raj

Khutbah Minggu IV Rajab

Hadirin  Jamaah Jumat Yang di Muliakan Allah

Tidak terasa kita sudah sampai di penghujung Bulan Rajab.  Pada bulan ini banyak DKM memaksakan diri untuk memperingati Isra Mi’raj dengan megah, padahal ada yang harus diingat bahwa peringatan Isra Mi’raj  bukanlah Ibadah namun Muamalah.  Paling Utama yang harus diingat pada bulan rajab dengan peristiwa isra Mi’raj adalah pada bulan inilah turunnya Perintah shalat dari Allah SWT.

Peristiwa Isra Mi’raj hanya terjadi pada Nabi kita Muhammad SAW, Allah pada peristiwa ini menunjukkan sebagian kebesarannya pada Muhammad SAW sebagaimana firman Allah pada QS Al-Isra 17 : 1.

Isra’ secara bahasa berarti berjalan di malam hari, sedangkan Miraj secara bahasa berarti berarti tangga untuk naik ke atas.   Isra Miraj adalah perjalanan nabi pada malam hari dari masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsa kemudian dilanjut ke Sidrat Al Muntaha untuk menemui Sang Pencipta.

 

Hadirin  Jamaah Jumat Yang di Muliakan Allah

Riwayat Isra Mi’raj tentu tidak perlu khatib sampaikan karena kami yakin jamaah semua sudah sangat paham dengan riwayat tersebut.  Riwayat Isra Miraj sering disampaikan dari mulai sekolah agama, SD, SMP, SMA, pengajian rutin, peringatan isra mi’raj dan sebagainya. Pertanyaannya :  Apakah benar Isra Miraj hanya dialami oleh Nabi Muhammad ?  Apakah Nabi yang lain tidak ada perintah tersebut ?

Benar hanya Muhammad Rasulullah dan  nabi lain tidak ada perintah Isra Miraj.

Pertanyaan selanjutnya bisakah kita umat Muhammad Rasululah mengalami Isra Mi’raj ?

Tentu bisa.  Bagaimana caranya ?

 

Hadirin  Jamaah Jumat Yang di Muliakan Allah

ISRA’    ; adalah perjalanan dari mesjid ke mesjid, begitulah kita seharusnya dalam melakukan ibadah shalat dan menuntut ilmu agama.  Gunakan mesjid sebagai ladang ibadah ladang mencari pahala.  Ibadah shalat di mesjid dan di rumah nilainya berbeda, jika kita hidup 60-70 tahun mana mungkin bisa menikmati syurga apabila nilai shalat kita hanya satu derajat saja, maka tentu harus memilih shalat dengan nilai 27 derajat.

Nilai shalatberjamaah 27 derajat hanya untuk dzuhur, ashar dan magrib.  Sedangkan nilai shalat berjamaah Isya sama nilainya dengan kita melakukan shalat tengah malam (qiyamullail) serta shalat berjamaah subuh sama nilainya dengan shalat sepanjang malam.  Subhanallah Allah telah memberikan pilihan, tinggal kita yang harus cerdas.

 

 

Hadirin  Jamaah Jumat Yang di Muliakan Allah

Miraj ; adalah perjalanan ke Sidratul Muntaha, melewati 7 lapisan langit.  Pertanyaannya ; Bisakah Ummat Nabi Muhammad mengalami Mi’raj ?  jawabannya bisa tinggal bagaimana kita menerjemahkan peristiwa Mi’raj tersebut.

Langit pertama Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam, dan nabi adam terbuat dari tanah atau artinya tidak ada.  Apa yang harus kita sombongkan 40 atau 50 tahun yang lalu bukankah kita tidak ada di bumi ini ? kita terbuat dari tanah, lantas apa yang harus kita sombongkan ?  atas dasar itu maka tidak patut manusia dibumi ini bersikap sombong.

Langit Kedua Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya, Nabi isa terkenal senang menolong dan Nabi Yahya adalah nabi yang memiliki belas kasihan yang mendalam.  Begitu pula kita hidup harus memiliki sifat suka menolong serta memiliki rasa belas kasih dengan sesama manusia.

Langit Ketiga Rasulullah bertemu dengan Nabi Yusuf,  pertemuan dengan Nabi yusuf pertanda Cinta.  Begitupula kita hidup kita harus memiliki rasa cinta,  cinta pada dua orang tua,  pada anak yatim, Cinta Rasulullah, Cinta pada kitab Allah serta cinta pada guru-guru kita.

Langit Keempat Rasulullah bertemu dengan Nabi Idris, Nabi Idris terkenal dengan kepandaiannya serta kegagahan dan keberaniannya.  Ummat Islam harus hidup pintar serta berani karena kebenaran.

Langit Kelima Rasulullah bertemu dengan Nabi Harun, Harun adalah Nabi yang memiliki kefasihan lidah dan pandai berdebat.  Harun dalam bahasa Arab berarti pula unggul.  Begitu pula kita hidup hendaklah memiliki kefasihan lidah serta menjadi manusia yang unggul dibandingkan yang lain.

Langit Keenam Rasulullah bertemu dengan Nabi Musa, Nabi Musa merupakan salah satu Nabi yang mampu berkomunikasi dengan sang Khaliq.  Begitu pula saat kita beribadah utamanya shalat harus mampu menghadirkan Allah, seolah kita shalat berhadapan dengan Allah SWT.

Langit Ketujuh Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim, Nabi Ibrahim merupakan gambaran pengorbanan.  Begitu pula kita hidup harus penuh pengorbanan saat kita melaksanakan ibadah dan menjalani kehidupan kita.

Terakhir Rasullah sampai di Siratul Muntaha, Sidratul Muntaha dapat diartikan tempat yang tinggi atau puncak pohon. Di tempat inilah Rasulullah melihat wujud asli Malaikat Jibril dan memperoleh tugas untuk menunaikan Ibadah Shalat 5 waktu.  Sidratul Muntaha letaknya bersebelahan dengan syurga tempat Nabi Adam pertama kali diciptakan.  Mudah-mudahan kita semua berdoa kesitulah tempat kita kembali, KTP kita alamatnya Syurga jika kita kembali ke tempat lain berarti kita Nyasar atau tersesat.  Janganlah kita tersesat kembalilah sesuai alamat di KTP kita.

 

 

 

 

Khutbah Kedua

Hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah untuk melakukan Shalat.  Shalat merupakan tiangnya agama kita, karena saat kita shalat disitulah kita menjalankan Rukun ada rukun islam, benarkah ?  Mari kita lihat ;

Syahadat ;  bukankah setiap shalat kita membaca dua kalimah syahadat ?

Zakat ; zakat berarti suci atau mensucikan, bukankah saat kita shalat kita harus bersuci dulu ? menggunakan pakaian yang suci, termasuk suci hati dan pikiran kita.

Puasa ; bukankah saat kita shalat kita tidak makan dan minum ? kita juga tidak mempergunjingkan orang lain.

Haji ; Bukankah saat kita shalat kita juga menghadap Kiblat yang berarti Ka’bah ?

Penutup :  Mari kita mengimplementasikan peristiwa Isra dan Mi’raj dalam kehidupan kita.  Mari kita memperbaiki shalat kita semoga dengan mengimplementasikan Isra Mi’raj serta memperbaiki shalat kita, di yaumil akhir akan memperoleh safa’at dari Rasulullah  Muhammad SAW.

Barokallah lii walakum fil qur’anil adzim

 

Tinggalkan komentar

EVALUASI 70 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Alhamdulillah wasyukurilah, baru saja kita meninggalkan Bulan Agustus tahun 2015.  17 Agustus yang lalu kita baru saja merayakan hari kemerdekaan yang ke- 70.   Usia 70 tahun pada usia manusia merupakan usia bonus, kalau mengukur kepada usia nabi Muhammad SAW.  Usia 70 tahun harusnya sudah jadi usia yang penuh kemapanan, anak-anak sudah selesai sekolah, bhakan mungkin sudah menikah dan punya cucu, hidup kita sudah mapan karena kita pun tinggal menikmati hasil usaha kita di masa muda.

Namun apa yang terjadi di negara kita pada saat pesta kemerdekaan 70 tahun, kita dirundung oleh himpitan ekonomi dimana nilai tukar rupiah terhadap dollar yang dijadikan parameter mata uang dunia sangat rendah,  laju pertumbuhan ekonomi un relatif rendah.

Namun apa yang disampaikan hari ini bukan untuk mencari kambing hitam, atau karena kita salah memilih pemimpin,  akan tetapi harus didasari  pemikiran positif.  Mari kita evaluasi diri kita dahulu, jangan-jangan-jangan yang terjadi saat ini karena ulah kita sendiri, seperti yang diwahyukan Allah dalam QS Al A’raf ayat 96  :

ALA'RAF 76

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Setelah kita evaluasi diri kita baru kemudian kita evaluasi yang lainnya, diantaranya apa yang telah disampaikan dalam kitab, al-Mustadrak ‘ala as-Sahihain, al-Hakim mengeluarkan hadits:

» سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

 

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (Hr. al-Hakim, al-Mustadrak ‘ala as-Shahihain, V/465).

Mengenai hadits ini, al-Hakim berkomentar, “Ini adalah hadits dengan isnad sahih, meski al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya. Imam ad-Dzahabi menyetujuinya.” Jadi, hadits ini adalah hadits sahih, yang dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan ad-Dzahabi.

Hadits ini juga mempunyai syawahid (pendukung), antara lain  :

Hadits al-Bukhari dari Abu Hurairah ra:

إِذَا ضُيِّعَتِ الأَماَنَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ، قَالَ: وَكَيْفَ إِضَاعَتِهَا؟ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

 

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Dia (sahabat) bertanya, “Bagaimana yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanah?” Nabi menjawab, “Ketika urusan itu diserahkan kepada orang yang tidak ahlinya, maka tunggulah kiamat.”

Maksudnya, “Ketika urusan itu diserahkan kepada mereka.. Karena Allah SWT memberi amanah kepada para imam dan penguasa untuk mengurus hamba-Nya.  Mewajibkan mereka para imam memberikan nasihat kepada para penguasa.   

 

Apa yang terjadi saat ini meski menjadi bahan evaluasi, jangan saling menyalahkan dan saling menjelekan.  Siapa yang sudah terpilih itu pula yang harus kita dukung, pemimpin yang ada hari ini harus kita hormati, karena itulah pemimpin kita, bapak kita.  Jika kita tidak menghormati bapak kita mana mungkin orang lain akan menghormati.

Kita harusnya saling berembuk, berdiskusi, kemudian memberikan masukan untuk memperbaiki kondisi hari ini.   Setiap propinsi dan kabupaten harus pula memperbaiki kinerja masing-masing demi negara kita tercinta Indonesia. 

Indonesia kedepan harus menjadi leader ekonomi dunia bukan lagi penonton kemajuan ekonomi dan teknologi, mari kita jadi pemain ditempat kita masing-masing, mari kita singsingkan lengan baju jangan lagi jadi penonton yang duduk manis.  Mari kita berjuang demi Indonesia yang lebih baik, demi Sukabumi yang lebih baik. 

 

Tinggalkan komentar

KETIKA KHATIB TIDAK BISA HADIR, MUSLIM YANG LAIN HARUS MAMPU JADI PENGGANTINYA (Mang yana)

KETIKA KHATIB TIDAK BISA HADIR, MUSLIM YANG LAIN HARUS MAMPU JADI PENGGANTINYA (Mang yana).

Tinggalkan komentar

KETIKA KHATIB TIDAK BISA HADIR, MUSLIM YANG LAIN HARUS MAMPU JADI PENGGANTINYA (Mang yana)

Menjelang akhir bulan Syawal ketika khatib tidak ada yang datang ketiban kepercayaan menjadi khatib, bingung apa ayang harus disampaikan pada jamaah shat Jumat. Teringatlah pada satu ayat, berdirilah di mimbar meski kaki gemetar.
Hadirin Rahimukumullah yang dimulyakan Allah, pada hari yang dimulyakan Allah, di tempat yang dimulyakan Allah. Jamaah jumat yang hadir hari ini merupakan manusia pilihan, karena tidak semua kaum muslimin bisa hadir dalam ibadah shalat Jumat hari ini entah karen sakit, dalam perjalanan atau memang belum mendapat hidayah dari Allah SWT.
Selama satu bulan kita sudah dididik dalam Madrasah Ramadhan, segala amal baik kita lakukan dari Mulai membaca Alquran, shalat tepat waktu, shalat sunat rawatib, shalt qiyamul lail, shadaqah dan sebagainya. Ritual ibadah banyak dikejar karena Allah pada bulan ramadhan melipat gandakan pahalanya. Padahal yang paling penting adalah implementasi bada Ramadhan, karena Allah hadir tidak hanya bulan Ramadhan, Allah hadir pada semua bulan termasuk di luar bulan Ramadhan. Hari pertama syawal saja yang biasa shalat malam tidak lagi melakukannya karena sibuk takbiran, bahkan yang paling ngeri mereka shalat subuhnya kesiangan karena sampai menjelang fajar masih sibuk takbiran.

Hadirin Rahimukumullah
Perlu diketahui bahwa Allah tidak membutuhkan ibadah kita, tidak membutuhkan shalat kita, tidak membutuhkan zakat kita, tidak butuh shaum kita, tidak butuh ibadah haji kita. Namun allah memerintahkan kita untuk beribadah utamanya Shalat seperti yang Allah sampaikan dalam QS Al Hajj ayat 77, agar kita memperoleh kemenangan.

al hajjAl hajj2

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu irka’uu wausjuduu wau’buduu rabbakum waif’aluu alkhayra la’allakum tuflihuuna

77. Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Ibadah yang kita lakukan sebagaimana janji Allah, tentu di akhirat kelak akan ada perhitungannya, meski urusan surga bukan karena kita beribadah namun karena kasih sayang Allah, belum tentu kita yang razi ibadah bisa masuk surga.
Ibadah yang kita lakukan didunia atau ketika kita hidup akan berdampak pada kemenangan duniawi, Betulkah ? tentu. Ibadah yang kita lakukan atas perintah Allah selalu untuk dua arah yakni Habluminallah dan habluminannas. Shalat misalnya ; diawali dengan niat dan takbiratul ikhram (langsung dengan Allah) namun diakhir shat kita tengok kiri dan tengok kanan disertai ucapan salam.
ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam perspektif Islam, mengucapkan salam assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh –atau ringkasnya assalamu’alaikum— artinya menyampaikan pesan damai, rasa hormat, dan doa. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh artinya “semoga keselamatan, keberkahan, dan kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT menyertai Anda/kalian”.
Begitu pula ketika kita berpuasa, sebulan penuh kita puasa di akhir puasa kita tutup dengan membayar zakat fitrah. Puasa adalah habluminallah dan zakat habluminannas. Ibadah haji pun demikian berangkat ibadah haji memenuhi undangan Allah untuk beribadah habluminallah dan diakhir ibadah haji ditutup dengan menyembelih khewan qurban (habluminannas).
Muslim yang sukses dalam beribadah maka akan selalu memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Muslim yang memiliki sifat iri, dengki, jahil dengan sesamanya maka orang itu belum tergolong orang yang sukses dalam ibadahnya.
Barakallahu li walakum fil qur’anil karim wana fa’ani wa iyakum bil aayati wadzikril hakim. A’udzubillahiminasysyaithanirrajim Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha haqqatu qatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Waqul rabbigfir warham wa anta khairurrahimin

Tinggalkan komentar

MUDIK LEWAT PESISIR SELATAN MELEWATI BELASAN SURGA DUNIA (Mang Yana)

Sebulan penuh ditempa dengan shaum diakhiri dengan hari kemenangan, Hari raya Iedul Fitri.  Ada sesuatu yang berbeda pada saat mudik 1436 H.  Perjalanan Mudik ke arah Timur sebelah Selatan Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran) bisa dilakukan dengan melewati jalur paling Selatan wilayah Jawa Barat.

Mudik melalui wilayah Selatan dari Jakarta sampai Pangandaran akan memakan waktu 18 – 20 jam,  Sukabumi-Ciamis 8-10 Jam, cukup lama memang, akan tetapi ini sebuah pilihan dikala semua jalur mudik macet.  Mudik via Jalur Selatan Banten dan jalur paling Selatan jabar akan menikmati berbagai keindahan pesona alam yang luar biasa.

jalur mudik jabar selatan

Peta Mudik Via Banten Selatan dan Jabar Paling Selatan

Seperti terlihat di peta di atas, jika mudik diawali dari Jakarta maka pemudik harus fokus menuju Pantai Sawarna Banten,  menuju lokasi ini pemudik dari jakarta harus ke Serang Banten terlebih dahulu. Menuju Serang dapat melalui Tol Jakarta – Merak kemudian keluar di pintu Tol Serang Timur.  Dari pintu Tol Serang Timur menuju ke arah terminal Pakupatan. Dari terminal lurus dan di lampu merah pertama dekat pom bensin pertamina belok kiri menuju Palima (perlimaan) Serang Banten. Dari palima ambil yang ke arah Baros dan Pandeglang.  Sampai  Baros mendekati masuk kota Pandeglang pemudik akan memiliki dua pilihan, melalui alun-alun Pandeglang atau ke pinggir. Dari Pandeglang Kota atau pinggir Pandeglang kamu ikuti arah menuju Saketi atau Labuan, nanti kalau sampai Saketi terus ambil arah ke kiri. Jalan dari Pandeglang menuju Saketi ini sudah berupa betonisasi.

Pemudik sesudah sampai di Saketi, belok ke kiri ambil yang ke arah Malingping.   Setelah sampai ke Malingping, di pertigaan kota Malimping, ambil arah ke kanan menuju ke Bayah. Sekitar 2.5 Km, ada pertigaan lagi, lurus agak ke kiri ke arah Bayah/ Sawarna dan jika ke kanan menuju ke Binuangeun. Di sepanjang jalan Malingping – Bayah maupun arah ke Binuangeun inilah banyak terdapat pantai-pantai yang menarik, diantaranya Pantai Bagedur (3 Km dari pertigaan arah Binuangeun), Pantai Cihara, Pantai Cibobos dan Pantai sawarna yang cukup memiliki daya tarik tersendiri.

Karang-Pantai-Sawarna

Pantai Sawarna – Lebak Banten

Pantai Sawarna menuju Palabuhanratu bisa ditempuh maksimal 2 jam perjalanan, di wilayah Palabuhanratu mata pemudik akan dimanjakan oleh Puncak Habibie, Pantai Cikembang dan Pantai Cibangban di dekat perbatasan Banten – Jawa Barat.  Pada saat sampai di Wilayah Palabuhanratu kembali akan menikmati Pantai Karanghawu,  Citepus dan Gado Bangkong.  Selesai Palabuhanratu kita akan menuju perbatasan Cianjur Sukabumi, pemudik akan menikmati Geopark Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Pantai Ujunggenteng, Konservasi Penyu Pangumbahan, Pantai Minajaya dan Curug Cikaso.  Perjalanan normal Palabuhanratu – Tegalbuleud dapat ditempuh 3 jam perjalanan.

Perbatasan Cianjur sampai Cipatujah kondisi normal bisa ditempuh 8 jam, para pemudik akan kembali dimanjakan dengan pemandangan di pantai Apra di Sindangbarang Cianjur, Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo dan Pantai Cipatujah.  Kondisi jalan menuju Cipatujah dan Pangandaran sebagian besar jalan beton dan jalan hotmix bagus, tinggal sedikit beberapa kondisi jalan yang harus diperbaiki, itupun sudah mulai akan dikerjakan pada tahun anggaran 2015 ini sehingga jalan menuju Cipatujah dan Pangandaran bisa kelar 100 % pada akhir tahun 2015.

Begitu pemudik yang menuju kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Jawa Tengah  harus meninggalkan surga dunia, dan kembali berhadapan dengan hiruk pikuk keramaian jalan menuju Kota Tasik.   Pemudik yang akan menuju kota Ciamis dari Cipatujah menuju Karangnunggal kemudian di pertigaan Sukaraja belok kanan menuju jalan Ciamis manonjaya dan keluar di terminal Ciamis, bagi pemudik yang akan menuju banjar terus ikuti jalan arah Cijeungjing keluar di kecamatan Cijeungjing/bojong atau menuju Cimaragas Kota Banjar.

Pantai-Ranca-Buaya

Pantai Rancabuaya

pantai santolo

Pantai Santolo – Garut

Pemudik yang berniat menuju Pangandaran, dari Cipatujah terus ikuti jalan menuju Cijulang, Parigi dan Pangandaran.  Obyek wisata di wilayah ini akan lebih banyak lagi, diantaranya body rafting Citumang, Grand Canyon, pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, Pantai Pananjung, Cagar Alam Pananjung, Pantai Karapyak dan Karang nini.

DSCF4398jalan menuju pangandaran

Kondisi infrastruktur Jalan dan Jembatan Lintas Jabar Selatan

CITUMANG3

Body rafting – Citumang Pangandaran

Tinggalkan komentar

KONSEP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Indeks Pembangunan Manusia mulai tahun 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu indeks ini dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya.
Amartya Sen menggambarkan indeks ini sebagai “pengukuran vulgar” oleh karena batasannya. Indeks ini lebih berfokus pada hal-hal yang lebih sensitif dan berguna daripada hanya sekedar pendapatan perkapita yang selama ini digunakan. Indeks ini juga berguna sebagai jembatan bagi peneliti yang serius untuk mengetahui hal-hal yang lebih terinci dalam membuat laporan pembangunan manusianya.
IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia :
• hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran
• Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar , menengah , atas gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).
• Standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita dalam paritasi daya beli.
Konsep IPM dalam Agama Islam sudah mulai diterapkan mulai masa perjuangan Nabi Muhammad yakni tahun 611-632 Masehi. Salah satu bukti konkritnya tercermin dalam doa selamat yang sering dibaca Ummat Islam sehabis Shalat fardlu.

selamat

Allahumma innaanas ‘aluka salamatan fiddiin wa’aafiyatan filjhasad wa jizadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan kablalmaut wa rahmatan indalmaut wa magfiratan ba’dalmaut. Allahumma hawwin ‘alaina fii sakaratilmaut wannajaa taminannari wal’afwa ‘indalhisaab. Rabbana laa tujighkuluubanaa ba’daizd hadaitanaa wa hablanaa minladunkarahmatan innaka antalwahhab. Rabbanaa aattinaa fiddun-ya hasanah wafil aahirati hasanah waqinaa azaa-bannar. Walhamdulillahi rabil-aalamiin.

Artinya :
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada engkau akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapat rahmat waktu mati dan mendapat pengampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkan bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkan dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab.”

Palabuhanratu, Syawal 1436 H

Mang Yana